Collective Power

Kangnanan.com – Sebagian besar pendapat menyebut bahwa orang kuat adalah ia yang mampu mengalahkan orang lain. Kekuatan atau power selalu disandingkan dengan kondisi lawan yang lemah dan terkalahkan (defeated). Kekalahan dan kemenangan merupakan fase lanjutan pasca seseorang terjun bertanding dalam arena kontestasi; baik fisik maupun non fisik. Itu cerita dulu yang biasa kita lihat di komik maupun film kolosal.

Jika kekuatan sebelumnya adalah kemenangan atas kekalahan orang lain secara fisik. Maka hari ini kekuatan itu harus menjelma sebagai prinsip diri yang senantiasa survive dalam segala kondisi dan perubahan iklim kehidupan.

Kemenangan dan kekalahan sejatinya persepsi semata. Siapa yang memiliki persepsi “menang” maka ia akan merasa kuat dan berenergi, sementara mereka yang merasa “kalah”, maka ia akan larut dan terjebak dalam kekalutan hidup. Padahal, kalah dan menang hanyan persepsi. Ya, persepsi diri yang menjadikan jatidirinya tegak atau roboh dalam menghadapi episod kehidupan berikutnya.

Penting untuk kita sadari adalah rasa menang dalam diri kita. Rasa menang itu harus selalu tumbuh dalam diri kita. Kapanpun kita masuk ke arena kontestasi, apapun hasilnya dari perjalanan itu, maka kita harus menyatakan diri sebagai pemenang. Nyatakan diri kita sebagai pemenang. Pernyataan itu akan menguat dan menghasilkan sel saraf yang penuh energi.

Jika kalah dan menang itu persoalan persepsi dan rasa. Maka kemenangan sejati sesungguhnya ada pada Collective Power (CP). CP ini menjadi definisi baru dan harus disadari bahwa inilah the real power. CP ini juga sebagai sustainable power atau kekuatan tak berujung. Artinya, bahwa CP adalah titik temu antara kekalahan dan kemenangan personal. Keduanya dipadukan dengan karakter personal lainnya yang pada akhirnya menjadi kekuatan kolektif. Kekuatan ini lah yang akan memunculkan rasa tenang (silent way) bagi personal-personal yang galau sebelumnya.

Begitu juga, CP dapat diejawantahkan dalam berbagai ranah kehidupan. Ranah politik, ekonomi, pendidikan, organisasi, birokrasi dan lini lain kehidupan lainnya. CP menjadi ‘bridging’ bagi kekakuan personal dalam membangun karir di maaing-masing pilihan skill dan kopetensinya. Sehingga, CP akan menjadi kekuatan bersama dengan tagline ‘saling’. Saling melengkapi, saling membantu, saling membesarkan dan saling berbagi baik wawasan maupun pengalaman.

CP juga pada akhirnya melahirkan personal yang cerdas dalam mengimplementasikan etika sosial, memiliki kesadaran dalam keberagaman, memiliki kesadaran atas kelebihan dan kekurangan diri, kesadaran dalam menghadapi perubahan dan kesadaran dalam menguasai perubahan.

Akan segera berakhir masanya kekuatan tunggal (single power) dan akan bergeser ke collective power. Mereka yang sanggup memimpin dengan ke ‘aku’ an nya akan segera punah meskipun memiliki pengawalan seperti nya loyal. Merekalah dengan kekuatan pemahaman tinggi untuk menyatu dalam kolektivitas yang akan lama bertahan.

Selamat datang Collective Power.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *