Education Connectivity

Pendidikan diciptakan dan menciptakan perubahan di sepanjang masa. Mazhad pendidikan terdahulu dan tenar misalnya cognitivism, constructivism, behaviorism, humanism. Madzhab-madzhab tersebut telah memiliki andil kuat terhadap perubahan karakteristik, pengetahuan, keterampilan peserta didik di masing-masing masa. Sehingga, perubahan ke arah yang lebih baik dan dewasa dapat terlihat di beberapa level kehidupan yang lebih maju.

Pendidikan secara harmonis dapat disandarkan dengan dinamisasi kehidupan. Pendidikan hadir untuk bisa memberi solusi atas segala persoalan hidup manusia hari ini dengan kerangka dasar pengalaman-pengalaman manusia di masa sebelumnya. Pendidikan juga berperan sebagai jembatan tak terputus dari masa lalu yang terus terkoneksi dengan pemikiran- pemikiran yang dikembangkan di masa kini. Pendidikan menjelma sebagai legacy peradaban manusia.

In-line dengan karakteristik pendidikan, yakni dipengaruhi dan memengaruhi zaman, maka pendidikan hari ini pun tidak terlepas dari isu-isu itu. Termasuk hari ini kita dihadapkan pada sebuah kondisi ‘keterdesakan’ untuk menemukan paradigma baru pendidikan untuk mengimbangi arus teknologi yang begitu ‘accelarate’. Sehingga pendidikan di semua level (usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi) turut dipaksa untuk melakukan model baru untuk peserta didik kekinian.

Pendidikan tentunya diberikan kepada peserta didik melalui pendekatan dan model pembelajaran yang harus selaras dengan perkembangan karakter peserta didik. Karakter peserta didik berkembang mengikuti pengaruh lingkungannya. Lingkungan yang saat ini memiliki andil kuat memengaruhinya adalah technology environment. Kondisi ini yang menjadikan peserta didik hari ini memiliki budaya pembelajaran berbeda dengan masa sebelumnya meskipun materi ajar masih sama dengan generasi lampau.

Arus teknologi-baik dari segi pertumbuhan maupun pengembangannya-dan didorong juga dengan isu besar penyebaran covid-19 yang memaksa kita untuk menemukan formula baru dalam sistem pembelajaran. Sistem pembelajaran yang dimaksud adalah segala aspek dasar pembelajaran dari semua ranah baik kognitif, afektif dan psikomotor atau bahasa lazim kita ada pada ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Ketiga ranah itu harus dijalankan dengan mesin penggerak yang disebut ‘Education Connectivity (EC)’. EC ini bisa berwujud dalam bentuk pendekatan, model, metode atau strategi pembelajaran. EC ini salah satu alternatif untuk memecahkan permasalah pendidikan kini.

EC menghasilkan platform pembelajaran fleksibel yang bisa dijangkau tanpa terbatas ruang dan waktu. Platform pembelajaran muncul berupa multimedia interaktif, Learning Management System, Cloud Data, Media Sosial untuk pembelajaran, dan sederet aplikasi baru sesuai kebutuhan. Di samping ranah itu juga, EC menghadirkan konsep baru pendidikan yakni bagaimana pembelajaran yang merata bisa diterima oleh semua kalangan, unlimited knowledge information. Sehingga, semua individu sangat mudah mendapatkan kesempatan untuk menjadi yang memiliki pengalaman dan pengetahuan dengan cepat.

Setidaknya, melalui transfering, transforming, updating, comparing, dan integrating informasi maupun pengetahuan dari EC ini, maka pembelajaran kini mengalami kemajuan cepat.
Akan tetapi, EC juga tidak serta merta sukses menghantarkan peserta didik menjadi pribadi yang baik bila tanpa pembimbing hebat yang menjadi teladan, yakni guru yang berakhlaqul karimah.

Selamat datang di dunia Education Connectivity.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *