Ketidakmenentuan Untuk Mereka Yang Ragu

Perubahan mindset individu masa kini sarat dipengaruhi oleh carut marut politik. Carut marut politik kekinian berdampak pada economic policy, education policy, maupun social policy.

Ketiga kebijakan (policies) tersebut dirasakan sangat dampaknya bagi kehidupan masyarakat di berbagai lini. betapa tidak, perekonomian-sebagai tulang pungkung kemajuan bangsa-bila diatur oleh kebijakan politik yang tidak tepat maka kemiskinan yang terjadi, begitu juga ketiga aspek Pendidikan dikelola berdasarkan kebijakan yang tidak berdasarkan nilai Pendidikan (integrasi sikap, pengetahuan dan keterampilan) maka generasi mendatang akan gagal dan menjadi pecundang kemajuan bangsa, begitu juga jika kebijakan sosial didorong oleh politik pengabaian urusan public, maka yang terjadi adalah rusaknya tatanan sosial, terceraiberainya asas kekeluargaan dan matinya nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

Setidaknya ada dua pesan utama dalam menghadapi masa depan yang serba tidak jelas ini. Tidak jelas yang dimaksud adalah fenomena dengan perubahan sangat cepat yang berakibat pada kelalaian individu untuk bersiap menghadapinya. Dua kata kunci utama merupakan strategi dasar, yaitu collaboration skill dan adaptation skill. Kedua keterampilan dasar akan membawa invidu menjadi pribadi yang mampu memasuki dunia perubahan di sepanjang masa.

Collaboration skill atau keterampilan bekerjasama atau memadukan ide dengan individu lain merupakan keterampilan yang tidak mudah. Keterampilan ini menjadi bahan dasar bagaimana individu memperkenalkan potensi dirinya kepada public, menyakinkannya dan memadukan dengan perbedaan ide individu lain. Keterampilan kolaborasi ini menghasilakan gagasan baru yang dapat menjawab permasalahan majemuk terkini. Melalui kolaborasi ada kemungkinan untuk menemukan solusi politik, solusi ekonomi, solusi Pendidikan maupun solusi sosial. Esensi dari kolaborasi adalah bagaimana individu menyatukan ide lalu memproduksi gagasan baru, narasi baru dan aksi Bersama. Semua saling melengkapi dan menguatkan untuk keberlanjutan program.

Keyword kedua adalah Adaptation Skill atau keterampilan beradaptasi. Keterampilan ini membimbing individu untuk mampu menjadi bagian dalam setiap komunitas dimana dia bergabung. Keterampilan ini menjadikan individu memiliki sense of differences atau rasa perbedaan yang disadari sebagai sebuah keniscayaan. Keterampilan untuk beradaptasi ini tidak mudah jika dalam kerangka pikiran individu masih merasa bahwa dirinya adalah orang yang terbaik atau lebih baik daripada orang lain. Ada banyak karakter-karakter penghalang dalam upaya pencapaiaan keterampilan adaptasi ini, diantaranya adalah; mudah curiga kepada orang lain, merasa berat untuk berbagai, merasa susah untuk membantu, dan merasa riskan jika bersama dengan orang lain. Kendala-kendala itu bersifat perasaan yang negatif dan menghalangi terjadinya adaptasi.

Adaptasi dalam pengertian lain adalah keadaan individu yang siap menerima segala perubahan yang dialami baik secara prikologis, antropologis dan sosiologis. Sikap menerima terhadap sebuah kondisi tidak dimaksudkan karena kekalahan dalam kompetisi atau ketidakberdayaan. Akan tetapi sikap menerima ini adalah kemampuan diri untuk tetap melakukan kontestasi kehidupan untuk tetap berprestasi dalam setiap levelnya.

Dalam konteks kehidupan dewasa ini dengan segala perubahan tak terduga, individu harus memiliki collaboration skill dan adaptation skill yang diimplementasikan dalam tata nilai kerja, sikap kerja, dan respon kerja. Tata nilai kerja adalah individu siap menemukan makna dalam pekerjaan atau profesinya hari ini, sikap kerja adalah bagaimana individu memiliki karakter Tangguh dalam menghadapi dinamika kerja, dan respon kerja adalah karakter diri untuk mampu memilih cara-cara positif dalam segala aktivitas di profesinya.

Jika dua keywords tersebut dapat dikuasai oleh individu, setidaknya tatadan sikap dasar sudah dimiliki untuk tetap menjadi pemenang di setiap perubahan zaman. Pribadi yang menang adalah mereka yang mampu menempatkan dirinya di tempat yang tepat dan mengapresiasi pihak lain yang berada di pilihan berbeda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *