Pendidikan Adaptif

Kangnanan.com – Pendidikan sejatinya ‘menumbuhkan’ tidak sekedar ‘memberi’. Pendidikan juga tidak sekedar transfer of knowledge and skill akan tetapi lebih kepada transform of knowledge and skill. Karena pendidikan hadir untuk melakukan perubahan ke arah yang bertumbuh bukan sekedar tahu.

Esensi pendidikan juga adalah perubahan. Perubahan berwujud dalam perspektif sikap, pengetahuan, keterampilan. Ketiga aspek itu menjadi parameter utama perubahan yang harus terjadi pada individu paska mengikuti pendidikan. Pendidikan sebagai sarana perubahan kehidupan biasa ke arah yang berkeadaban.

Konteks keadaban tentu menjadi muara utama (ultimate goal) dalam segala praktek pendidikan yang dijalankan. Keadaban itu berkembang pemahamannya seiring perkembangan kehidupan manusia dari berbagai aspek. Sehingga, untuk menjembatani tafsir keadaban itu maka butuh ‘pendidikan adaftif’ sebagai alternatif penyelesaian persoalan kehidupan dalam keragaman kasus.

Pendidikan adaptif secara sederhana dipahami sebagai sebuah desain pendidikan yang menggambarkan kemampuan pendidikan untuk semua usia, semua generasi, semua level, semua atmosfer dan segala perubahan yang hadir. Karakteristik pendidikan adaptif dicerminkan dengan responsif, integratif, kolaboratif dan visioner. Keempat karakteristik tersebut dibungkus oleh tata nilai diri sebagai pribadi bermanfaat untuk sesama.

Responsip menggambarkan pola Pendidikan yang mampu menjawab segala permasalahan kehidupan. Permasalahan kehidupan tersebut bisa terjadi karena komunikasi sosial manusia antar manusia dan manusia dengan alam. Perubahan itu berdampak pada aspek psikologis, sosiologis dan antropologis yang melahirkan permasalahan baru. Maka, karakteristik responsip dapat dicerminkan melalui Tindakan solutif dan produktif.

Integratif dapat dipahami sebagai sebuah pola Pendidikan yang mengacu kepada satu kesatuan utuh, yakni pemahaman literal dan implementasi nilai kemanusiaan. Kedua hal penting ini menjadi keniscayaan dalam pola Pendidikan integratif. Peserta didik tidak hanya memahami konseptual akan tetapi lebih dari itu adalah pemahaman operasional yang bernilai untuk sesama.

Kolaboratif mencerminkan individu terbuka dalam sharing ide dan aksi. Tidak memiliki ketakutan dalam berkejasama. Kolaboratif mengajak individu untuk memiliki sense of weaknesses dalam aspek tertentu sehingga dirinya siap untuk membangun komunikasi public secara loyal dalam melakukan segala aspek kehidupan.

Dan visioner tentunya prinsip yang memiliki nilai tinggi dalam memperkuat ketiga dimensi sebelumnya. Visioner ini merupakan daya jangkau yang tidak terbatasi oleh kotak pemahaman (thinking without a box). Ia mampu memprediksi masa depan dengan parameter ilmiah dan mempersiapkan segala bentuk antisipatif aksinya. Sehingga, individu ini tidak mengalami jetlag dalam kondisi apapun di masa mendatang.

Dengan demikian, salah satu cara yang tepat dalam menghadapi era perubahan cepat di masa mendatang adalah Pendidikan adaptif, Pendidikan yang mampu ada di setiap perubahan dan menjadi driver dalam menentukan arah perubahan itu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *